Operasi Pengangkatan Kista

Penyakit kista merupakan penyakit yang banyak menyerang kaum wanita. Kista sendiri merupakan benjolan yang berisi cairan yang berada di indung telur. Penyakit kista ini sebenarnya merupakan penyakit tumor jinak, karena kebanyakan penanganannya tidak melalui operasi besar.

Penyebab Kista

1. Gangguan pembentukan hormon pada hipotalamus hipofise

2. Gangguan pembentukan hormon indung telur

Gejala-Gejala Kista

a. Kista yang berukuran kecil tidak menimbulkan gejala atau rasa sakit, kecuali jika pecah atau terpuntir

b. Kista yang berukuran besar dan banyak, dapat menimbulkan gejala seperti :

- Rasa sakit pada panggul
- Sakit saat berhubungan intim
- Pendarahan rahim yang normal

Operasi Kista

Permasalahan akanĀ  timbul bila kista akan tumbuh menjadi lebih besar seiring dengan pertumbuhan janin selama kehamilan. Hormon-hormon pada masa kehamilan itulah yang dapat menjadi pemicu bertambah besarnya kista. Kista dapat menyebabkan letak janin di dalam rahim menjadi abnormal. Seharusnya memasuki trimester akhir, posisi janin sudah menuju jalan lahir. Namun karena terdesak oleh kista maka letaknya jadi melintang atau miring. Hal ini mengakibatkan terganggunya proses kelahiran.

Pengangkatan kista bergantung dari besarnya kista dan usia kehamilan. Bila saat ukurannya mencapai 3-4 cm keberadaan kista sudah diketahui sejak dini maka dapat dilakukan pengangkatan kista saat kehamilan sudah memasuki usia 14 minggu.

Pengangkatan kista pada usia kehamilan 14 minggu ini relatif aman sebab plasenta sudah terbentuk dengan sempurna sehingga dapat mengambil alih fungsi ovarium untuk mempertahankan hormon-hormon pada masa kehamilan. Sebaliknya, bila pengangkatan kista ditunda justru berisiko ibu mengalami keguguran bila kista pecah atau terpuntir. Karena, kondisi itu dapat menimbulkan rasa melilit dan nyeri yang sangat.

Namun bila kista baru diketahui saat kehamilan trimester kedua sebaiknya dilakukan observasi atau pengamatan terlebih dahulu. Bila ukurannya tetap (karena posisinya sudah tertekan oleh uterus), maka pengangkatan kista (operasi) dapat dilakukan setelah melahirkan. Apalagi bila ini adalah kehamilan yang pertama bagi si ibu dan ingin melahirkan normal. Namun dalam kondisi darurat, bila tiba-tiba kista pecah, umpamanya, operasi pengangkatan harus segera dilaksanakan. Dan yang pasti pengangkatan kista ovarium pada saat hamil, tidak akan mengganggu janin (keguguran). Karena tempat janin dan kista adalah berbeda. Janin bertempat pada rahim, sedangkan kista berada pada indung telur (ovarium). Pengangkatan kista dilakukan untuk menyelamatkan janin, karena bila kista tidak diambil akan terjadi komplikasi selama kehamilan


=====================================

>>> Obat Herbal Alami Untuk Mengobati Penyakit Kista, Miom dan Tumor, Klik Detail Disini!
=====================================


This entry was posted in Operasi Kista and tagged , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , . Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>