Diagnosa Penyakit Kista

Kista ovarium (indung telur) secara umum disebabkan karena penimbunan cairan pada indung telur itu sendiri. Pada beberapa kasus penimbunan cairan itu berhenti dengan sendirinya, sehingga kista yang diderita tidak bertambah besar.

Timbulnya kista pada wanita disebabkan oleh gangguan hormonal hingga menimbulkan munculnya kista pada rahim wanita, dan bila kondisi ini dialami jalan keluar yang dilakukan  dokter biasanya menyarankan untuk segera lakukan operasi pengangkatan kista, bahkan bila kondisi lebih parah akan sekaligus dilakukan operasi pengangkatan rahim.

Untuk mendiagnosis adanya kista ovarium, dapat dilakukan beberapa pemeriksaan seperti :

1. Anamnesis

Prognosis buruk kista ovarium terutama disebabkan karena kista ini dalam stadium dini hampir tidak menunjukkan gejala sehingga kira-kira 70% dari penderita baru ditangani pada stadium yang lebih lanjut.

2. Pemeriksaan

Pada kista ovarium yang lebih luas dapat dijumpai eksudat pleura. Sangat penting adalah pemeriksaan perut yang harus dijalankan pada penderita yang tidur telentang dengan alas yang kuat. Sebaiknya pemeriksa duduk dan melakukan palpasi dengan tangan yang hangat. Harus ditekankan pentingnya perkusi. Semua kista ovarium memberikan bunyi redup pada perkusi dan dengan itu dapat dibedakan dari usus yang mengembang. Suara redup relatif dapat disebabkan oleh usus yang terletak di atas kista. Asites terciri oleh redup pada perkusi dan pembesaran sisi-sisi perut, batas cairan dapat diberi tanda dan ternyata berkisar pada waktu tiduran miring. Asites yang hanya sedikit secara klinis tidak dapat ditetapkan. Pada pemeriksaan ginekologik dipalpasi adanya pembesaran adneksa. Metastasis dalam cavum Douglasi dapat diraba sebagai tahanan yang kuat dan irregular di belakang uterus.

3. Diagnosa Differensial

Pada kista dalam pelvis minor yang terpenting adalah diferensiasi dari mioma uteri. Selanjutnya harus dipertimbangkan lain-lain pembengkakan adneksa seperti hidrosalphing, kista ovarium, kehamilan ekstrauterin dan karsinoma tuba yang jarang didapat. Jika uterus dapat digerakkan sendiri mungkin yang dihadapi adalah tumor adneksa. Jika ada keraguan laparoskopi diagnostik dapat memberi penjelasan. Jika kista lebih berada di bagian belakang dengan batas-batas yang sering tidak jelas, harus dipikirkan adanya perisigmoiditis atau kista rektum. Juga harus dipertimbangkan kemungkinan metastasis kista-kista lain seperti lambung dan payudara. Pada kista-kista perut yang besar harus didiferensiasi antara kistadenoma jinak, tumor traktus digestivus dan hidronefrosis.

4. Diagnosa Lanjut

Dapat dilakukan melalui USG. Tumor-tumor kista dengan ekografi dapat dengan jelas ditetapkan. Diagnostik selanjutnya terutama tertuju untuk mengesampingkan kelainan lain dan menetapkan metastasis di tempat lain. Rontgenologik dapat digunakan foto thoraks, x-colon dan IVP, demikian juga CT-Scan dan MRI. Tetapi diagnostik pokok adalah laparotomi untuk menetapkan perluasan tumor dan inspeksi teliti mengenai semua tempat perluasan tumor. Pada prosedur penetapan stadium ini harus diambil beberapa material biopsi dari peritonium pelvis minor, fossa parakoli kiri dan kanan, daerah yang dicurigai dari mesentarium atau serosa usus dari kubah diafragma kanan.

Posted in Operasi Kista | Tagged , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , | Leave a comment

Sifat-Sifat Kista Ovarium

Kista ovarium adalah kista yang telah bermetastase menjadi tumor ginekologik pada ovarium yang berupa kantong abnormal berisi cairan dengan persentase kamatian paling tinggi.
Sebagian besar tumor ovarium jinak mempunyai sel epitelial dan terjadi dari epitel permukaan yang menutupi ovarium dan terdiri atas epitel coelom. Tipe-tipe lain, tumor sel benih dan tumor stroma sex-cord, kebanyakan menunjukkan kelainan yang sama sekali berbeda dengan tumor epitelial.

Sifat-Sifat Kista Ovarium

1. Fisiologis

Kista fisiologis lazim terjadi dan dianggap normal. Sesuai siklus menstruasi, di ovarium timbul folikel yang kemudian berkembang dan memiliki gambaran seperti kista. Biasanya kista tersebut memiliki ukuran di bawah lima sentimeter, dapat dideteksi dengan menggunakan pemeriksaan USG dan dalam tiga bulan akan hilang. Kista fisiologis tidak perlu dioperasi karena tidak berbahaya dan tidak menyebabkan keganasan tetapi pelu diamati apakah kista tersebut mengalami metastase atau tidak. Kista ini dialami oleh wanita usia reproduksi karena masih mengalami menstruasi. Biasanya kista fisiologis tidak menyebabkan nyeri ketika haid.

2. Patologis

Kista patologis sering disebut sebagai kanker. Kanker ovarium merupakan penyebab kematian paling tinggi di antara kelainan-kelainan ginekologik. Angka kematian yang tinggi karena pada awalanya penyakit ini timbul tanpa gejala dan tanpa keluhan jika sudah bermetastasis, sehingga 60-70% penderita datang pada stadium lanjut. Penyakit ini dikenal dengan istilah ‘silent killer’. Pada yang patologis, pembesaran bisa terjadi dengan cepat yang kadang tidak disadari penderita karena kista tersebut sering muncul tanpa gejala seperti penyakit umumnya. Itu sebabnya diagnosa agak sulit untuk ditegakkan. Gejala-gejala seperti perut yang agak membuncit dan bagian bawah perut yang terasa tidak enak biasanya baru dirasakan ketika ukuran kista sudah cukup besar. Jika sudah demikian biasanya perlu dilakukan tindakan pengangkatan melalui proses laparoskopi sehingga tidak perlu dilakukan pengirisan pada perut penderita. Setalah diangkat pemeriksaan rutin tetap perlu dilakukan untuk mengetahui apakah kista itu akan muncul kembali atau tidak.

Faktor-faktor yang dapat menyebabkan gejala kista meliputi :

1. Gaya Hidup Tidak Sehat

Konsumsi makanan yang mengandung banyak lemak dan kurang serat, zat tambahan pada makanan, kurang olahraga, merokok dan konsumsi alkohol, terpapar dengan polusi dan agen infeksius, stress

2. Faktor Genetik

Dalam tubuh kita terdapat gen-gen yang berpotensi memicu kanker yaitu yang disebut protoonkogen yang karena suatu sebab tertentu misalnya karena makanan yang bersifat karsinogen, polusi atau terpapar zat kimia tertentu atau karena radiasi protoonkogen ini dapat berubah menjadi onkogen, yaitu zat pemicu kanker.

Letak kista ovarium yang tersembunyi dalam rongga perut dan sangat berbahaya dapat menjadi besar tanpa disadari oleh penderita. Pertumbuhan kista primer diikuti oleh infiltrasi ke jaringan sekitar yang menyebabkan berbagai keluhan samar-samar seperti perasaan sebah, makan sedikit terasa cepat kenyang, sering kembung dan nafsu makan turun. Kecenderungan untuk melakukan implantasi di rongga perut merupakan ciri khas suatu kista ganas ovarium yang menghasilkan asites. Kista ganas ovarium merupakan kumpulan kista dengan histiogenesis yang beraneka ragam, dapat berasal dari ketiga dermoblast (ektodermal, endodermal, mesodermal) dengan sifat-sifat histologis maupun biologis yang beraneka ragam. Kira-kira 60% terdapat pada usia perimenopausal, 30% dalam masa reproduksi dan 10% pada usia yang jauh lebih muda. Kista ini dapat jinak atau tidak jelas jinak juga tidak pasti ganas dan yang jelas ganas.

Posted in Operasi Kista | Tagged , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , | Leave a comment

Operasi Pengangkatan Kista

Penyakit kista merupakan penyakit yang banyak menyerang kaum wanita. Kista sendiri merupakan benjolan yang berisi cairan yang berada di indung telur. Penyakit kista ini sebenarnya merupakan penyakit tumor jinak, karena kebanyakan penanganannya tidak melalui operasi besar.

Penyebab Kista

1. Gangguan pembentukan hormon pada hipotalamus hipofise

2. Gangguan pembentukan hormon indung telur

Gejala-Gejala Kista

a. Kista yang berukuran kecil tidak menimbulkan gejala atau rasa sakit, kecuali jika pecah atau terpuntir

b. Kista yang berukuran besar dan banyak, dapat menimbulkan gejala seperti :

- Rasa sakit pada panggul
- Sakit saat berhubungan intim
- Pendarahan rahim yang normal

Operasi Kista

Permasalahan akan  timbul bila kista akan tumbuh menjadi lebih besar seiring dengan pertumbuhan janin selama kehamilan. Hormon-hormon pada masa kehamilan itulah yang dapat menjadi pemicu bertambah besarnya kista. Kista dapat menyebabkan letak janin di dalam rahim menjadi abnormal. Seharusnya memasuki trimester akhir, posisi janin sudah menuju jalan lahir. Namun karena terdesak oleh kista maka letaknya jadi melintang atau miring. Hal ini mengakibatkan terganggunya proses kelahiran.

Pengangkatan kista bergantung dari besarnya kista dan usia kehamilan. Bila saat ukurannya mencapai 3-4 cm keberadaan kista sudah diketahui sejak dini maka dapat dilakukan pengangkatan kista saat kehamilan sudah memasuki usia 14 minggu.

Pengangkatan kista pada usia kehamilan 14 minggu ini relatif aman sebab plasenta sudah terbentuk dengan sempurna sehingga dapat mengambil alih fungsi ovarium untuk mempertahankan hormon-hormon pada masa kehamilan. Sebaliknya, bila pengangkatan kista ditunda justru berisiko ibu mengalami keguguran bila kista pecah atau terpuntir. Karena, kondisi itu dapat menimbulkan rasa melilit dan nyeri yang sangat.

Namun bila kista baru diketahui saat kehamilan trimester kedua sebaiknya dilakukan observasi atau pengamatan terlebih dahulu. Bila ukurannya tetap (karena posisinya sudah tertekan oleh uterus), maka pengangkatan kista (operasi) dapat dilakukan setelah melahirkan. Apalagi bila ini adalah kehamilan yang pertama bagi si ibu dan ingin melahirkan normal. Namun dalam kondisi darurat, bila tiba-tiba kista pecah, umpamanya, operasi pengangkatan harus segera dilaksanakan. Dan yang pasti pengangkatan kista ovarium pada saat hamil, tidak akan mengganggu janin (keguguran). Karena tempat janin dan kista adalah berbeda. Janin bertempat pada rahim, sedangkan kista berada pada indung telur (ovarium). Pengangkatan kista dilakukan untuk menyelamatkan janin, karena bila kista tidak diambil akan terjadi komplikasi selama kehamilan

Posted in Operasi Kista | Tagged , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , | Leave a comment